Friday, November 18, 2011
Penyakit Aneh Manusia Gelembung asal Indonesia jadi Sorotan Internasional
Media-media asing mengulas penyakit aneh Chandra Wisnu (57 tahun) yang berasal dari Indonesia. Chandra Wisnu mendapatkan julukan 'Bubble Man' (Manusia Gelembung) karena sekujur tubuhnya di penuhi tumor yang sangat parah.
Media-media internasional asal Inggris dan Australia yang mengulas soal 'Manusia Gelembung' ini antara lain thesun, news.com, dailytelegraph yang kemudian beritanya menyebar luas lagi ke beberapa negara hingga Afrika Selatan.
Chandra Wisnu (57 tahun) yang berasal dari Indonesia dianggap salah satu dari sedikit orang di dunia yang mengalami penyakit kulit langka yang menyebabkan benjolan seperti gelembung-gelembung besar tumbuh di seluruh tubuhnya.
Lesi-lesi gelembung itu mulai tumbuh di wajah ayah 4 anak ini sejak usia 19 tahun. Pada saat ia berusia 24 tahun, lesi telah menyebar ke punggung dan pada usia 32 tahun lesi sudah hampir menutupi seluruh tubuhnya.
Di awal-awal terkena penyakit ini, orangtua Chandra membawanya ke sejumlah dokter dan dermatologis, tapi dokter masih bingung dengan tingkat keparahan gejala-gejalanya.
Menurut dokter kondisi yang dialami Chandra bersifat genetik dan mungkin disebabkan oleh kelainan pada sistem saraf yang menyebabkan tumor jinak berkembang pada kulit atau tulang.
Dokter pernah meresepkan sejumlah krim, tetapi tidak melakukan apapun untuk menghentikan lesi agar tidak menyebar. Karena tidak dapat menemukan obat dan tidak mampu lagi membayar perawatan media, Chandra dipaksa untuk tetap hidup dengan kondisi sangat aneh.
"Tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit saya, saya hanya diberitahu untuk mencari satu demi satu dokter kulit karena mereka tidak tahu bagaimana memperlakukan saya. Setelah itu, ayah saya tidak percaya ada alasan lain untuk membawa saya ke rumah sakit lagi dan saya belum menemui dokter lagi sejak itu," jelas Chandra Wisnu, yang tidak disebutkan detail daerah tempat asalnya, seperti dilansir Thesun.
Penyakit aneh tersebut memiliki dampak besar pada kehidupan Chandra. Ia mengatakan benjolan tersebut menjadi sangat gatal dan sakit saat cuaca panas. Untuk mencegah gatal dan menghindari agar tidak menjadi perhatian orang, Chandra selalu memakai 3 lapis jaket dan penutup kepala saat ia keluar rumah.
Chandra juga menjadi jarang keluar rumah semenjak benjolan-benjolan tersebut tumbuh merata di seluruh tubuhnya.
"Orang tidak pernah mengejek saya secara langsung tetapi mereka menatap dan menghindari saya. Kebanyakan orang bertindak sangat aneh di sekitar saya. Itu membuat saya merasa sangat tidak aman dan marah ketika orang-orang memperlakukan saya berbeda. Orang-orang takut, mereka takut dengan wajah saya yang mengerikan dan khawatir itu mungkin penyakit menular. Jadi saya menghindari orang-orang, saya jarang pergi keluar kecuali untuk menjemput putri saya Hasunns dari sekolah. Dan ketika itu saya lakukan, saya menutupi kepala dan wajah saya karena saya tidak ingin teman putri saya mengejeknya karena memiliki ayah dengan wajah yang mengerikan," jelas Chandra Wisnu.
Nanik Tri Haryani, istri Chandra (33 tahun) mengatakan bahwa seiring berjalannya waktu penyakit itu mulai mengubah penampilan Chandra. Chandra menyuruh istrinya pergi meninggalkannya dan jangan pernah kembali.
"Tapi saya menolak. Melihatnya melanjutkan hidup meskipun penampilannya berubah adalah kekuatan besar bagi saya, bukan kelemahan," ujar Nanik.
Namun Chandra kini telah memutuskan untuk mengungkapnya wajahnya kepada dunia dalam upaya menemukan obat untuk penyakitnya. Apalagi ia juga mulai cemas setelah menemukan putra tertuanya Martin Ananda (32 tahun) dan putrinya Lis Candra (26 tahun), mulai mengembangkan gejala penyakit yang sama.
Chandra tidak mampu membawa anak-anaknya ke dokter dan ia takut putra putrinya akan memiliki nasib yang sama dengannya.
"Saya tidak pernah membawa anak-anaknya saya ke dokter untuk tahu penyakit ini karena kami tidak mampu membayar tagihan medis yang mahal. Mereka hanya memiliki beberapa tumor kecil sekarang, tapi mereka khawatir ini akan menjadi lebih buruk. Jika ada kesempatan untuk mendapatkan pengobatan gratis, saya akan mengambil kesempatan itu, tapi sekarang keluarga saya adalah pengobatan yang saya butuhkan," tutup Chandra.
Kasus Chandra ini meningatkan pada kasus Dede Koswara, seorang warga Jawa Barat yang dijuluki sebagai manusia akar karena sekujur tubuhnya ditumbuhi penyakit yang menyerupai akar pohon. Tentu saja bukan akar sungguhan yang tumbuh di tubuhnya, melainkan semacam kutil yang disebabkan oleh Human Papilloma Viruses (HPV).
Sumber : detik.com
Media-media internasional asal Inggris dan Australia yang mengulas soal 'Manusia Gelembung' ini antara lain thesun, news.com, dailytelegraph yang kemudian beritanya menyebar luas lagi ke beberapa negara hingga Afrika Selatan.
Chandra Wisnu (57 tahun) yang berasal dari Indonesia dianggap salah satu dari sedikit orang di dunia yang mengalami penyakit kulit langka yang menyebabkan benjolan seperti gelembung-gelembung besar tumbuh di seluruh tubuhnya.
Lesi-lesi gelembung itu mulai tumbuh di wajah ayah 4 anak ini sejak usia 19 tahun. Pada saat ia berusia 24 tahun, lesi telah menyebar ke punggung dan pada usia 32 tahun lesi sudah hampir menutupi seluruh tubuhnya.
Di awal-awal terkena penyakit ini, orangtua Chandra membawanya ke sejumlah dokter dan dermatologis, tapi dokter masih bingung dengan tingkat keparahan gejala-gejalanya.
Menurut dokter kondisi yang dialami Chandra bersifat genetik dan mungkin disebabkan oleh kelainan pada sistem saraf yang menyebabkan tumor jinak berkembang pada kulit atau tulang.
Dokter pernah meresepkan sejumlah krim, tetapi tidak melakukan apapun untuk menghentikan lesi agar tidak menyebar. Karena tidak dapat menemukan obat dan tidak mampu lagi membayar perawatan media, Chandra dipaksa untuk tetap hidup dengan kondisi sangat aneh.
"Tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit saya, saya hanya diberitahu untuk mencari satu demi satu dokter kulit karena mereka tidak tahu bagaimana memperlakukan saya. Setelah itu, ayah saya tidak percaya ada alasan lain untuk membawa saya ke rumah sakit lagi dan saya belum menemui dokter lagi sejak itu," jelas Chandra Wisnu, yang tidak disebutkan detail daerah tempat asalnya, seperti dilansir Thesun.
Penyakit aneh tersebut memiliki dampak besar pada kehidupan Chandra. Ia mengatakan benjolan tersebut menjadi sangat gatal dan sakit saat cuaca panas. Untuk mencegah gatal dan menghindari agar tidak menjadi perhatian orang, Chandra selalu memakai 3 lapis jaket dan penutup kepala saat ia keluar rumah.
Chandra juga menjadi jarang keluar rumah semenjak benjolan-benjolan tersebut tumbuh merata di seluruh tubuhnya.
"Orang tidak pernah mengejek saya secara langsung tetapi mereka menatap dan menghindari saya. Kebanyakan orang bertindak sangat aneh di sekitar saya. Itu membuat saya merasa sangat tidak aman dan marah ketika orang-orang memperlakukan saya berbeda. Orang-orang takut, mereka takut dengan wajah saya yang mengerikan dan khawatir itu mungkin penyakit menular. Jadi saya menghindari orang-orang, saya jarang pergi keluar kecuali untuk menjemput putri saya Hasunns dari sekolah. Dan ketika itu saya lakukan, saya menutupi kepala dan wajah saya karena saya tidak ingin teman putri saya mengejeknya karena memiliki ayah dengan wajah yang mengerikan," jelas Chandra Wisnu.
Nanik Tri Haryani, istri Chandra (33 tahun) mengatakan bahwa seiring berjalannya waktu penyakit itu mulai mengubah penampilan Chandra. Chandra menyuruh istrinya pergi meninggalkannya dan jangan pernah kembali.
"Tapi saya menolak. Melihatnya melanjutkan hidup meskipun penampilannya berubah adalah kekuatan besar bagi saya, bukan kelemahan," ujar Nanik.
Namun Chandra kini telah memutuskan untuk mengungkapnya wajahnya kepada dunia dalam upaya menemukan obat untuk penyakitnya. Apalagi ia juga mulai cemas setelah menemukan putra tertuanya Martin Ananda (32 tahun) dan putrinya Lis Candra (26 tahun), mulai mengembangkan gejala penyakit yang sama.
Chandra tidak mampu membawa anak-anaknya ke dokter dan ia takut putra putrinya akan memiliki nasib yang sama dengannya.
"Saya tidak pernah membawa anak-anaknya saya ke dokter untuk tahu penyakit ini karena kami tidak mampu membayar tagihan medis yang mahal. Mereka hanya memiliki beberapa tumor kecil sekarang, tapi mereka khawatir ini akan menjadi lebih buruk. Jika ada kesempatan untuk mendapatkan pengobatan gratis, saya akan mengambil kesempatan itu, tapi sekarang keluarga saya adalah pengobatan yang saya butuhkan," tutup Chandra.
Kasus Chandra ini meningatkan pada kasus Dede Koswara, seorang warga Jawa Barat yang dijuluki sebagai manusia akar karena sekujur tubuhnya ditumbuhi penyakit yang menyerupai akar pohon. Tentu saja bukan akar sungguhan yang tumbuh di tubuhnya, melainkan semacam kutil yang disebabkan oleh Human Papilloma Viruses (HPV).
Sumber : detik.com
Kisah di Balik Kata Narsis!
Tapi apa sih narsis itu ?.
Tahukah sobat bahwa narsis itu adalah sebutan bagi Sejenis Bunga di Yunani sana.
Dan di latar belakangi oleh sebuah legenda, simak deh sob.
Konon tersebutlah seorang pemuda yang sangat tampan, Narccisus, putra Kifisos. Saking tampannya banyak peri-peri yang jatuh cinta dan berdebar-debar bila memandangnya. Narccisus menyadari
dan bangga akan kelebihannya tersebut. Ia seringkali merendahkan peri-peri yang mengejar-ngejar dirinya. Salah satu peri yang tergila-gila pada Narccisus adalah Echo, yakni peri yang jelita namun sayangnya sulit berbicara dan hanya mampu mengulangi kata terakhir dari kalimat yang didengarnya.
Suatu hari, Echo melihat Narccisus yang sedang bercengkrama di dalam hutan. Karena kurang percaya diri, Echo hanya berani menguntit dan mengintip idolanya dari balik semak. Narccisus sadar bahwa ada seseorang yang mengikutinya,
dan berteriak, “Hai..siapa yang mengintipku?”
“Kku!”, jawab Echo
“Dimana engkau?”, lanjut Narccisus, “Ke sini!”
“Sini”, sahut Echo, namun belum berani
menampakkan dirinya“Keluarlah, aku ingin melihatmu”, Narccisus berkata
dengan suara yang lebih lembut seakan memberi harapan.
Dengan dada berdebar, Echo memperlihatkan dirinya dengan senyuman penuh harap,“ Melihatmu”, ujarnya malu-malu.
Sayangnya respon Narccisus tidak seperti yang Ia harapkan. Dengan pongah Narccisus berteriak,“ Enyahlah, kau pikir aku menyukaimu? Tolol!”
“Tolol”, seketika Echo tersedu dan menjauh ke dalam hutan dengan sejuta kekecewaan.
Afrodite – dewi asmara yang rupawan- mengetahui kejadian itu dan geram melihat kepongahan Narccisus. Ia tidak ingin membiarkan kelakuan Narccisus ini berkelanjutan. Oleh karena itu Ia merencanakan suatu ganjaran untuk kesombongan pemuda tampan itu.
Suatu hari, ketika Narccisus sedang berjalan-jalan di hutan dan menemukan suatu kolam yang airnya sangat jernih. Kolam tersebut berada di tengah hutan yang rindang dan tenang, bahkan angin tidak menggerakkan permukaan air bening bagai kristal tersebut. Seketika itu timbullah rasa haus yang mendorong Narccisus untuk meminum air kolam
nan jernih tersebut. Saat Narccisus
membungkukkan badannya mendekati permukaan kolam, Ia melihat bayangan wajah tampannya dan sejurus kemudian, Eros, putra kecil Afrodite dengan ijin ibunya melepaskan anak panah ke jantung hati Narccisus. Akibatnya Narccisus diliputi perasaan cinta akan pantulan wajah yang Ia lihat di permukaan kolam yang tenang.
Tak puas-puasnya Ia mengagumi wajah tersebut samapi timbul keinginan untuk menyentuh dan mencium wajah itu. Saat Narccisus menyentuhkan bibirnya ke
permukaan kolam, air kolam menjadi beriak sehingga wajah yang semula tampan menjadi berlipat-lipat. Begitu pula ketika Narccisus ingin merengkuhnya. Bayangan tersebut seketika menghilang. Berulang kali, Ia mencoba dan semakin
putus asa dirinya.
Berhari-hari Narccisus duduk terpekut di tepi kolam menatap wajah yang dikaguminya, tidak makan atau minum. Merski tubuhnya semakin lemas, Ia
tidak pernah berpikir untuk meninggalkan wajah yang dikaguminya sampai ajal menjemputnya.
Narccisus tergelatak tak bernyawa di tepian kolam berair jenih.Maka berdukalah peri-peri hutan pengagum Narccisus, termasuk Echo yang tidak pernah sakit hati walau mendapat perlakuan buruk Narccisus. Ia menangis di samping jenazah Narccisus sampai Echo tertidur saat malam menjelang. Keesokkan paginya, Echo terkejut tidak melihat mayat Narccisus melainkan tumbunya sekuntum bunga yang harum. Sedangkan Echo masih belum mampu menahan kesedihan hatinya, dan berjalan tidak menentu.
Bunga tersebut lalu dinamakan bunga narsis.
Di Yunani, bunga itu biasa digunakan dalam upacara pemakanan. Sedangkan menurut legenda, Echo masih ada di dalam hutan. Bilamana kita berteriak
keras dan tiba-tiba terdengar akhir kata yang kita ucapkan berarti Echo ada di sana.
Munkin itu juga mengapa ada dinamakan echo atau gema untuk suara pantulan.
(Sumber : Musik Dewa-dewa, karya Menelaos Stephanides dan Yannis Stephanides, terbitan PT Pustaka Utama Grafiti, Jakarta, 1989)
Narsis Dicirikan secara khas dengan perhatian yang ekstrim kepada diri sendiri,dan kurang atau tidak adanya perhatian
pada orang lain.
Jadi dapat disimpulkan bahwa inti dari narsisme adalah kecintaan yang berlebihan akan diri sendiri (seperti kecintaan Narccisus yang berlebihan atas
bayangan wajahnya).Jangan berlebihan ea sob yang wajar-wajar aja okey...
Fakta Di Balik Narsis
Orang-orang yang memiliki kepercayaan diri berlebih, perilaku sombong dan suka berlaga-lagaan secara mengejutkan ternyata memiliki rahasia mengejutkan pula. Apa itu?
Menurut hasil studi terbaru, orang-orang narsis memiliki perilaku tersebut demi menyembunyikan perasaan inferioritas mendalam serta kurangnya harga diri. Tim peneliti di University of Southern Mississipi melakukan studi pada 71 wanita untuk menentukan tingkat narsisme dan harga diri mereka.
Kemudian, partisipan dihubungkan mesin deteksi kebohongan dan diberi kuesioner evaluasi psikologi kedua. Diantara kelompok yang memiliki nilai skala narsisme rendah, wanita-wanita ini tak menunjukkan perbedaan jawaban saat mesin deteksi kebohongan dinyalakan atau dimatikan.
Berbeda, kelompok dengan nilai skala narsisme tinggi, saat mesin deteksi kebohongan dimatikan, mereka mengklaim menjadi percaya diri dan mencintai diri mereka sendiri. Namun saat mereka diberitahu sedang diawasi, tingkat kejujuran dan harga dirinya turun drastis.
"Hal ini menunjukkan, orang yang memiliki tingkat narsisme tinggi cenderung meninggi-ninggikan harga dirinya. Dalam kata lain, orang narsis tak yakin bahwa mereka sekeren klaim mereka sendiri," ungkap psikolog Erin Myers seperti dikutip DM.
Menurut hasil studi terbaru, orang-orang narsis memiliki perilaku tersebut demi menyembunyikan perasaan inferioritas mendalam serta kurangnya harga diri. Tim peneliti di University of Southern Mississipi melakukan studi pada 71 wanita untuk menentukan tingkat narsisme dan harga diri mereka.
Kemudian, partisipan dihubungkan mesin deteksi kebohongan dan diberi kuesioner evaluasi psikologi kedua. Diantara kelompok yang memiliki nilai skala narsisme rendah, wanita-wanita ini tak menunjukkan perbedaan jawaban saat mesin deteksi kebohongan dinyalakan atau dimatikan.
Berbeda, kelompok dengan nilai skala narsisme tinggi, saat mesin deteksi kebohongan dimatikan, mereka mengklaim menjadi percaya diri dan mencintai diri mereka sendiri. Namun saat mereka diberitahu sedang diawasi, tingkat kejujuran dan harga dirinya turun drastis.
"Hal ini menunjukkan, orang yang memiliki tingkat narsisme tinggi cenderung meninggi-ninggikan harga dirinya. Dalam kata lain, orang narsis tak yakin bahwa mereka sekeren klaim mereka sendiri," ungkap psikolog Erin Myers seperti dikutip DM.
http://www.ikadanewsonline.com/2011/10/hot-fakta-mengejutkan-di-balik-orang.html
Fakta Ilmiah Minum Bir
Ada kesalahpahaman dalam masyarakat mengenai dampak miras jenis bir ini bagi kesehatan. Mari biarkan fakta ilmiah yang berbicara
Bir adalah minuman dengan kadar alkohol sedang. Tidak terlalu tinggi, tidak juga terlalu rendah. Mari kita tinjau apa saja yang telah kita ketahui mengenai minuman ini secara ilmiah.
- Bir kaya dengan silikon dan dapat mencegah osteoporosis. Hal ini karena silikon adalah unsur kunci dalam peningkatan kepadatan mineral tulang.
- Bir dapat membahayakan kesehatan bila dikonsumsi oleh remaja
- Minum bir terlalu banyak bagi wanita dapat meningkatkan resiko kanker payudara
- Minum bir sebelum belajar di waktu malam tidak mempengaruhi hasil ujian besok hari. Artinya kecerdasan kamu tidak dipengaruhi oleh bir
- Di dalam bir terdapat senyawa anti kanker bernama Xanthohumol dan beberapa anti kanker lainnya. Mereka mampu menghambat keluarga enzim pemicu kanker yang bernama sitokrom P450 dan juga memicu aktivitas reduktase kuinon, yang membantu tubuh menetralkan kanker.
- Remaja yang berani mencoba meminum bir lebih cenderung bermasalah di sekolah, kecanduan alkohol, merokok dan menggunakan narkotika, ketimbang orang dewasa biasa
- Remaja yang meminum bir dan juga merokok lebih sering mengalami sakit kepala. Kegiatan fisik dapat menghilangkan masalah ini.
- Usia meminum bir pertama yang ideal adalah 21 tahun.
- Terlalu banyak minum bir meningkatkan kemungkinan mengalami kecelakaan fatal saat menyetir
- Sedikit sekali bukti yang menunjukkan kalau ibu hamil yang meminum bir dapat menyakiti janinnya. Tapi hal itu memang berbahaya untuk kandungan alkohol yang lebih tinggi dari bir. Batasnya adalah sekitar lima teguk atau setara dengan 60 gram alkohol. Selain itu, janin bisa mengalami kelainan bila bir diminum pada 13 minggu pertama kehamilan, tanpa melihat dosis ini.
- Merokok lebih besar kemungkinannya mendapatkan kanker kepala dan leher, ketimbang meminum bir
- Dari tahun 1993-2002, sekitar 2500 pemuda berusia 15-24 tahun tewas karena penyakit dan cedera akibat alkohol, sementara 100 ribu lainnya masuk rumah sakit di Australia.
- Minum bir dalam jumlah sedang dapat membuat tulang lebih terlindungi
- Minum bir dalam jumlah sedang juga tidak mengganggu produksi vitamin D pada wanita
- Minum bir dalam jumlah sedang juga baik untuk penyembuhan penyakit jantung
- Resiko stroke meningkat sementara selama satu jam setelah meminum bir
Jadi, apakah meminum bir itu bagus? Tentu saja. Bila anda tidak hamil. Dan bila anda minimal berusia 21 tahun. Serta bila anda memahami fakta-fakta ilmiah di atas
Referensi :
- Astrid Milde-Busch, Astrid Blaschek, Ingo Borggräfe, Florian Heinen, Andreas Straube, and Rüdiger von Kries. Associations of Diet and Lifestyle with Headache in High-School Students. Headache, June 07, 2010
- Casey et al. Silicon in beer and brewing. Journal of the Science of Food and Agriculture, February 2010;
- Charles King, Michael Siegel, David H. Jernigan, Laura Wulach, Craig Ross, Karen Dixon, Joshua Ostroff. Adolescent Exposure to Alcohol Advertising in Magazines: An Evaluation of Advertising Placement in Relation to Underage Youth Readership. Journal of Adolescent Health, 2009; 45 (6): 626
- Engels et al. Alcohol Portrayal on Television Affects Actual Drinking Behaviour. Alcohol and Alcoholism, 2009
- Grucza RA, Norbert KE, Bierut LJ. Binge drinking among youths and young adults in the United States: 1979-2006. Journal of the American Academy of Child and Adolescent Psychiatry, 48: July, 2009. pp 692-702
- Hashibe M, Brennan P, Benhamou S, Castellsague X, Chen C, et al. Alcohol Drinking in Never Users of Tobacco, Cigarette Smoking in Never Drinkers, and the Risk of Head and Neck Cancer: Pooled Analysis in the International Head and Neck Cancer Epidemiology Consortium. Journal of the National Cancer Institute, 2007; 99: 777-789
- Howland et al. The effects of binge drinking on college students' next-day academic test-taking performance and mood state. Addiction, 2010; 105 (4): 655
- Sandra C. Jones and Parri Gregory. The impact of more visible standard drink labelling on youth alcohol consumption: Helping young people drink (ir)responsibly? Drug and Alcohol Review, May 2009; Vol. 28, Issue 3, pp 230 – 234
- Simona Costanzo, Augusto Di Castelnuovo, Maria Benedetta Donati, Licia Iacoviello, and Giovanni de Gaetano. Alcohol Consumption and Mortality in Patients With Cardiovascular Disease: A Meta-Analysis. J Am Coll Cardiol, 2010; 55: 1339-1347
- Tucker et al. Effects of beer, wine, and liquor intakes on bone mineral density in older men and women. American Journal of Clinical Nutrition, Feb 25, 2009
- William C. Kerr et al. Alcohol Content Variation of Bar and Restaurant Drinks in Northern California. Alcoholism: Clinical & Experimental Research, September 2008 (online early)
Akibat Serempet Aparat, Guru Ngaji Tewas Ditembak Oknum Polisi
Lagi-lagi warga sipil kembali tewas akibat timah panas yang diduga dilepaskan oknum polisi Polres Sidoarjo. Korban tewas bersimbah darah di kawasan Sepande kawasan Candi Sidoarjo, Jumat (28/11/2011) dini hari. Korban penembakan yang dilakukan oknum polisi itu yakni Riyadhus Sholihin, warga RT 1 RW 1 Dusun Sepande, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo.
Riyadus Sholihin (31), warga Dusun Kauman Desa Sepande Kecamatan Candi, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat dini hari, sekira pukul 02.00 WIB, tewas di tempat kejadian setelah ditembak oleh oknum polisi. Menurut Ahmad yang merupakan saksi mata, korban terlihat melaju mengendarai mobil Suzuki Carry dengan kecepatan tinggi, warga melihat ada sebuah mobil Avanza silver dan sepeda motor yang mengejar korban.
Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), laju korban terhenti akibat dipotong oleh sepeda moto. Tanpa banyak bicara penumpang, sepeda motor langsung menghujani guru ngaji itu dengan beberapa kali tembakan sehingga korban langsung tewas di tempat kejadian.
Setelah tertembak, korban dikeluarkan dari mobil dan diseret sejauh lima meter dan dinaikkan kedalam mobil Avanza. Setelah itu, mobil Avanza langsung kabur meninggalkan TKP. Warga yang menyaksikan kejadian itu hanya bisa terdiam tidak berani memberikan pertolongan.
Sementara itu keluarga dan istri korban hanya bisa menunggu kedatangan jenazah pria yang juga penjual tempe di kampungnya itu. Saat ini jenasah Riyadhus Sholihin masih diautopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim. Istri korban, Maisaroh, mengaku tidak mendapat firasat apapun sebelum peristiwa memilukan ini. Dia menuturkan, suaminya selama ini tidak memiliki musuh.
Versi Polisi
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Hadiatmoko membantah anak buahnya melanggar prosedur saat mencoba mengamankan seorang sopir pabrik yang diduga menyerempet petugas. Kapolda membenarkan anggotanya mengeluarkan tembakan, namun untuk membela diri.
"Yang benar, yang bersangkutan dikejar aparat karena telah menyerempet anggota hingga gegar otak. Namun saat akan ditangkap, yang bersangkutan kemudian mengeluarkan celurit untuk melawan aparat. Anggota kemudian menembak," kata Hadiatmoko saat mengunjungi proses autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim di Surabaya, Jumat (28/10/2011).
Meski anggotanya membela diri, Hadiatmoko menyatakan tetap akan menurunkan tim dari Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk mengusut kasus ini.
Riyadus Sholihin (31), warga Dusun Kauman Desa Sepande Kecamatan Candi, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat dini hari, sekira pukul 02.00 WIB, tewas di tempat kejadian setelah ditembak oleh oknum polisi. Menurut Ahmad yang merupakan saksi mata, korban terlihat melaju mengendarai mobil Suzuki Carry dengan kecepatan tinggi, warga melihat ada sebuah mobil Avanza silver dan sepeda motor yang mengejar korban.
Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), laju korban terhenti akibat dipotong oleh sepeda moto. Tanpa banyak bicara penumpang, sepeda motor langsung menghujani guru ngaji itu dengan beberapa kali tembakan sehingga korban langsung tewas di tempat kejadian.
Setelah tertembak, korban dikeluarkan dari mobil dan diseret sejauh lima meter dan dinaikkan kedalam mobil Avanza. Setelah itu, mobil Avanza langsung kabur meninggalkan TKP. Warga yang menyaksikan kejadian itu hanya bisa terdiam tidak berani memberikan pertolongan.
Sementara itu keluarga dan istri korban hanya bisa menunggu kedatangan jenazah pria yang juga penjual tempe di kampungnya itu. Saat ini jenasah Riyadhus Sholihin masih diautopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim. Istri korban, Maisaroh, mengaku tidak mendapat firasat apapun sebelum peristiwa memilukan ini. Dia menuturkan, suaminya selama ini tidak memiliki musuh.
Versi Polisi
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Hadiatmoko membantah anak buahnya melanggar prosedur saat mencoba mengamankan seorang sopir pabrik yang diduga menyerempet petugas. Kapolda membenarkan anggotanya mengeluarkan tembakan, namun untuk membela diri.
"Yang benar, yang bersangkutan dikejar aparat karena telah menyerempet anggota hingga gegar otak. Namun saat akan ditangkap, yang bersangkutan kemudian mengeluarkan celurit untuk melawan aparat. Anggota kemudian menembak," kata Hadiatmoko saat mengunjungi proses autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim di Surabaya, Jumat (28/10/2011).
Meski anggotanya membela diri, Hadiatmoko menyatakan tetap akan menurunkan tim dari Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk mengusut kasus ini.
http://ruanghati.com/2011/10/29/akibat-serempet-aparat-guru-ngaji-tewas-ditembak-oknum-polisi/
Ki Joko Bodo
"Istana Wong Sintinx bermakna sebagai orang yang paling penting dalam berkarya. Dalam artian, karena banyak orang-orang sinting datang ke sini yang punya problem," kata pria yang mengaku reinkarnasi dari Ki Joko Bodo—yang meninggal ratusan tahun lalu—ini mengawali pembicaraan. Sehari-hari, Ki Joko Bodo lebih dikenal sebagai paranormal.
Tak banyak yang tahu bahwa dia juga arsitek autodidak. "Saya sendiri yang merancang rumah ini. Saya ingin menjadikannya sebagai monumen Ki Joko Bodo seperti Candi Borobudur atau Prambanan," Begitu memasuki halaman rumah, kita akan segera disambut oleh dinding depan yang berpahat relief mirip candi-candi. Relief itu bercerita tentang peristiwa-peristiwa penting dalam perjalanan hidup Ki Joko Bodo.
Mulai dari masa kecilnya, peristiwa-peristiwa penculikan kakaknya, kemudian keinginan Ki Joko Bodo yang ingin menjadi bintang film, proses bertapa yang dilakukan sampai seluruh Nusantara hingga menjadi Ki Joko Bodo yang dikenal sekarang.
Rumah itu masih terus mengalami penyempurnaan. Utamanya bagian relief karena fragmen akan terus bertambah seiring dengan perjalanan hidupnya.
Desain unik ini semakin lengkap melalui kehadiran simbol burung hantu dan ular naga di bagian teratas. Ini diyakini pria yang lahir di Singaraja, 45 tahun silam itu, sebagai perlambang kekuasaan yang ada di dalam negeri ini menggambarkan proses hidup manusia yang berasal dari tanah, lalu kembali ke tanah lagi. "Di bagian teratas dari atap hunian ini ada simbol burung hantu yang di bawahnya ada ular.
Di bagian kiri rumah terdapat Teater Ritual. Bentuknya mengingatkan kita pada panggung teater zaman Yunani kuno: sebuah panggung di tengah yang dikelilingi undak-undakan sebagai tempat duduk. Sesuai dengan namanya, tempat itu memang sering dipakai untuk acara-acara ritual.
Di dalam area ini juga pemilik nama asli Agung Yulianto itu biasa menyelenggarakan acara sembelih kurban, doa minta hujan, dan doa tolak banjir.Selain tulisan Arab, corak mesjid, dan salib, di sekeliling rumah juga penuh dengan arca dan stupa. Tepat di gerbang Teater Ritual, ada prasasti bertuliskan: "Berdoalah! Sebab ...kita hina dan kecil di hadapan-Nya". Di gerbang Taman Sesaji, lain lagi petuahnya: "Mencari dunia, lalu mencari Tuhan. Itu jalan terbaik untuk kembali kepada-Nya."
Ki Joko Bodo memiliki empat mobil yang tak kalah bagusnya yakni,Suzuki,Panther,Peugeot, Mercy,dan Jaguar."Di Yogyakarta saya ada juga jenis mobil Lamborghini," kata pria berjenggot tebal itu. Menurut Ki Joko Bodo, dirinya memakai mobil jenis Eropa agar tidak mudah dicuri orang. Belum lagi dengan senjata, Ki Kusumo punya lima buah.
BODO AJAH BISA KAYA APALAGI PINTER..!
Subscribe to:
Posts (Atom)


























